Selasa, 11 November 2014

Tips Untuk Si Kulit Kombinasi #1

Saya memiliki tone warna kulit kuning kecoklatan atau medium beige dengan warm undertone. Sedangkan jenis kulit wajah saya adalah kombinasi. Pada daerah T berminyak dan pada daerah lainnya normal. Namun, terkadang kulit wajah saya secara keseluruhan kering. Tapi mostly normal cenderung berminyak. Saya yang punya wajah sampai bingung sendiri karena skincare yang saya gunakan pada awalnya normal atau for all skin types. Setelah masa remaja saya lewat, saya mengalami ke-kombinasian jenis kulit wajah. Untuk itu sekarang saya harus ekstra hati-hati dan pemilih banget saat memilih produk untuk kulit wajah saya. Seperti bedak, salah sedikit malah bisa bikin muka saya seperti barongan beberapa saat setelah pemakaian bedak tersebut. Maklum, minyaknya sudah meluber kemana-mana. Kalau bedaknya ngga cocok, bisa luntur dan bebercak-bercak dikulit. Istilah lainnya cakey diwajah. Oh no!
Oleh karena itu saya cenderung memilih bedak tabur karena tekstur bedak tabur ringan diwajah. Kelemahannya, bedak tabur ini mudah sekali hilang terbawa angin dan terkikis minyak wajah. Hehe. Jadi kalau untuk acara yang formal atau digunakan untuk ngantor, saya sarankan pembaca menggunakan foundation. Dan untuk si kulit kombinasi ini - terutama bagi kulit kombinasi cenderung berminyak - lebih baik menggunakan cream foundation dan menghindari liquid foundation. Kenapa? Karena tekstur cream foundation yang krimi menutup kulit berminyak kita dengan sempurna. Istilah lainnya lebih kuat lah menutup kulit. Coverage-nya lebih baik daripada liquid foundation. Jika si kulit berminyak menggunakan liquid foundation yang teksturnya cair, ngga kebayang kan beberapa saat aja itu foundation udah bubar jalan kegusur minyak-minyak diwajah. Iuuh. -____-"
Namun, jika ingin menggunakan pressed powder si kulit berminyak saya sarankan memilih pressed powder dengan warna netral dan memiliki medium coverage. Medium coverage yang saya maksud disini medium to strong. Tepuk-tepuk tipis saja diatas foundation akan tetapi jika kulit hanya dilapisi pelembab maka bisa menggunakan bedak padat yang agak tebal.
Setelah berdandan dan ready to go, jangan lupa bawa kertas wajah atau face paper dan bedak tabur untuk touch-up jika wajah sudah mulai 'shiny'. :)
Nah, pembaca sampai jumpa di tips untuk si kulit berminyak edisi selanjutnya!

Rabu, 05 November 2014

Review: Ultima II Wonder Wear Pressed Powder

Hai pembaca! Apa kabar? Ada yang lagi sakit kah? Mananya yang sakit? Sakitnya tuh disini? Atau disini? Hehe. Lagi demam lagu STD dirumah sekarang pembaca sampai rasanya saya hafal tiap denger nada pembukanya 'Ooh, ini pasti std lagi deh' :'D
Ehem, yah daripada ngomongin sakit (semoga pembaca sehat semua), yuk kita bersehat-sehat ria ngerumpikin si bedak  padat terbaru saya yang cetarr membahenol. Hahaha. Maklum, sebelum-sebelum ini saya pakai pressed powder ngga ada yang diatas 50k harganya jadi sekarang mendadak dangdut eh bukan ding mendadak gahul pakai produk yang biasanya cuman saya lewatin doang konternya *sambil mbatin kapan dapet rejeki bisa beli merk ituuuh* Hihi, alhamdulillah sekarang keturutan beli Ultima II Wonderwear Pressed Powder.

Akhir-akhir ini saya lagi menggandrungi produk ultima karena pengalaman saya toal toel produk ultima punya mas MUA yang ternyata jatohnya pass banget dikulit saya. Yang saya maksud pas disini shade/warna dan teksturnya. Selama ini saya berpetualang dengan brand-brand yang murce mursida karena pengennya duit segini dapet berapa macam produk. Maklum lah ya kebiasaan suka laper mata, liat itu pengen liat ini pengen jadinya kudu nyesuaiin budget. Hihi. Dan sekarang setelah perdana purchase produk ultima yang full moisture translucent face powder itu saya jadi punya mindset baru: ngga papa punya dana segini sebulan cuma beli satu makeup saja yang penting kualitas bagus dan pas banget dikulit. This is what I want and this is what I need jadi saya kudu puasa dan menghindari berlapar-lapar mata. Ahahaha. :D
Back to Ultima WW Pressed Powder. Hal yang paling saya suka dari seri ww pressed powder ini adalah dia tidak mengandung foundation which is ringan dikulit. Tadinya saya galau pengen ww pressed powder atau delicate creme makeup dan ternyata si creme makeup berfungsi sebagai foundation. Dan setelah kekonternya BA-nya bilang dia ini bedak basah. Pupus lah sudah harapan.

WW Pressed Powder hadir dalam 3 pilihan warna: 02 neutral 03 neutral 04 neutral. Shade-nya sama semua namanya tapi shade 02 adalah shade yang paling terang, shade 03 medium dan shade 04 adalah yang paling gelap. Dan yang saya miliki adalah shade nomor 03.
Saya suka sekali shade ini karena jatohnya benar-benar netral dikulit saya yang memiliki tone kulit medium beige. Seperti memakai bedak tipis-tipis saja. Padahal pressed powder begini kan lumayan berat ya. Kemasan WW Pressed Powder ini berwarna full silver dan berkesan mewah. Saking silvernya sampai tiap bagian dari cover bedak ini dapat kita gunakan untuk berkaca. Aslik berkilau, shine bright like a diamond. ^^,
Kemasan bagian dalam terbagi dalam dua ruang bersusun. Bagian atas tempat untuk pressed powdernya dan bagian bawah untuk sponge bedaknya. Sponge bedak bawaan dari WW Pressed Powder ini cukup berguna dan layak dipakai. Dibawah sponge terdapat lubang-lubang kecil yang berguna untuk menyisihkan sisa-sisa bedak dari sponge sehingga cover bagian dalam terjaga kebersihannya. Kalian bisa amati lewat gambar dibawah ini, bagian bawah covernya terdapat lubang-lubang kecil.

Hal lain yang saya suka dari kemasan WW Pressed Powder adalah kacanya yang lega. Tidak terlalu kecil. Biasanya kemasan bedak padat begini bulet lebar tapi kaca didalamnya seumprit, hal ini tidak saya temukan dalam kemasan WW Pressed Powder. :')
Klaim dari kemasan WW Pressed Powder mengenai kegunaan produk tersebut adalah begini 'Membantu membuat wajah tampak segar sepanjang hari. Dapat langsung digunakan setelah menggunakan foundation, atau digunakan untuk men-touch up makeup yang telah luntur.' Bagaimana dengan yang saya rasakan? Pembaca bisa mengamati gambar dibawah ini. Saya menggunakan WW Pressed powder diatas pelembab saja tanpa primer ataupun foundation. Langsung saya timpuk. Saya gunakan jam 9.45 sampai jam 18.30 yang berarti 8.5 jam tanpa saya tap-tap face paper dan tanpa touch up karena tidak sempat. Waktu itu saya sedang ada acara dan berangkat dari rumah naik bis, angkot, pulang pergi tujuannya mall. :')
Ini keterangannya keliru pemirsa, yang benar 8.5 jam. :')



Menurut saya hasilnya bagus dan coverage medium jatohnya ngga ketebelan long lastnya juga lumayan ciamik. Bayangkan naik bis, angkot berpanas-panasan dijalan. Ke mall jalan berjam-jam keringetan. Iuuhh. Dan meski luntur muka tetep kelihatan seger dan ngga menghitam alias oxy. Wah, produk ini nih yang layak banget saya repurchase apalagi saya ngga ada breakout pakai ini. Yah meskipun harganya 165 ribu ngga papalah ya. Makeup boleh sedikit yang penting kepake semua. Makeup-makeup saya yang lama uda banyak yang dihibahin ketemen dan sodara karena ngga kepake. Jadi sayang mau beli-beli nurutin laper mata lagi. Punya kosmetik sedikit tapi branded kan lebih cubis toh? *sotoy* *ndesoo* *self toyor* :D