Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 November 2014

Review: Ultima II Wonder Wear Pressed Powder

Hai pembaca! Apa kabar? Ada yang lagi sakit kah? Mananya yang sakit? Sakitnya tuh disini? Atau disini? Hehe. Lagi demam lagu STD dirumah sekarang pembaca sampai rasanya saya hafal tiap denger nada pembukanya 'Ooh, ini pasti std lagi deh' :'D
Ehem, yah daripada ngomongin sakit (semoga pembaca sehat semua), yuk kita bersehat-sehat ria ngerumpikin si bedak  padat terbaru saya yang cetarr membahenol. Hahaha. Maklum, sebelum-sebelum ini saya pakai pressed powder ngga ada yang diatas 50k harganya jadi sekarang mendadak dangdut eh bukan ding mendadak gahul pakai produk yang biasanya cuman saya lewatin doang konternya *sambil mbatin kapan dapet rejeki bisa beli merk ituuuh* Hihi, alhamdulillah sekarang keturutan beli Ultima II Wonderwear Pressed Powder.

Akhir-akhir ini saya lagi menggandrungi produk ultima karena pengalaman saya toal toel produk ultima punya mas MUA yang ternyata jatohnya pass banget dikulit saya. Yang saya maksud pas disini shade/warna dan teksturnya. Selama ini saya berpetualang dengan brand-brand yang murce mursida karena pengennya duit segini dapet berapa macam produk. Maklum lah ya kebiasaan suka laper mata, liat itu pengen liat ini pengen jadinya kudu nyesuaiin budget. Hihi. Dan sekarang setelah perdana purchase produk ultima yang full moisture translucent face powder itu saya jadi punya mindset baru: ngga papa punya dana segini sebulan cuma beli satu makeup saja yang penting kualitas bagus dan pas banget dikulit. This is what I want and this is what I need jadi saya kudu puasa dan menghindari berlapar-lapar mata. Ahahaha. :D
Back to Ultima WW Pressed Powder. Hal yang paling saya suka dari seri ww pressed powder ini adalah dia tidak mengandung foundation which is ringan dikulit. Tadinya saya galau pengen ww pressed powder atau delicate creme makeup dan ternyata si creme makeup berfungsi sebagai foundation. Dan setelah kekonternya BA-nya bilang dia ini bedak basah. Pupus lah sudah harapan.

WW Pressed Powder hadir dalam 3 pilihan warna: 02 neutral 03 neutral 04 neutral. Shade-nya sama semua namanya tapi shade 02 adalah shade yang paling terang, shade 03 medium dan shade 04 adalah yang paling gelap. Dan yang saya miliki adalah shade nomor 03.
Saya suka sekali shade ini karena jatohnya benar-benar netral dikulit saya yang memiliki tone kulit medium beige. Seperti memakai bedak tipis-tipis saja. Padahal pressed powder begini kan lumayan berat ya. Kemasan WW Pressed Powder ini berwarna full silver dan berkesan mewah. Saking silvernya sampai tiap bagian dari cover bedak ini dapat kita gunakan untuk berkaca. Aslik berkilau, shine bright like a diamond. ^^,
Kemasan bagian dalam terbagi dalam dua ruang bersusun. Bagian atas tempat untuk pressed powdernya dan bagian bawah untuk sponge bedaknya. Sponge bedak bawaan dari WW Pressed Powder ini cukup berguna dan layak dipakai. Dibawah sponge terdapat lubang-lubang kecil yang berguna untuk menyisihkan sisa-sisa bedak dari sponge sehingga cover bagian dalam terjaga kebersihannya. Kalian bisa amati lewat gambar dibawah ini, bagian bawah covernya terdapat lubang-lubang kecil.

Hal lain yang saya suka dari kemasan WW Pressed Powder adalah kacanya yang lega. Tidak terlalu kecil. Biasanya kemasan bedak padat begini bulet lebar tapi kaca didalamnya seumprit, hal ini tidak saya temukan dalam kemasan WW Pressed Powder. :')
Klaim dari kemasan WW Pressed Powder mengenai kegunaan produk tersebut adalah begini 'Membantu membuat wajah tampak segar sepanjang hari. Dapat langsung digunakan setelah menggunakan foundation, atau digunakan untuk men-touch up makeup yang telah luntur.' Bagaimana dengan yang saya rasakan? Pembaca bisa mengamati gambar dibawah ini. Saya menggunakan WW Pressed powder diatas pelembab saja tanpa primer ataupun foundation. Langsung saya timpuk. Saya gunakan jam 9.45 sampai jam 18.30 yang berarti 8.5 jam tanpa saya tap-tap face paper dan tanpa touch up karena tidak sempat. Waktu itu saya sedang ada acara dan berangkat dari rumah naik bis, angkot, pulang pergi tujuannya mall. :')
Ini keterangannya keliru pemirsa, yang benar 8.5 jam. :')



Menurut saya hasilnya bagus dan coverage medium jatohnya ngga ketebelan long lastnya juga lumayan ciamik. Bayangkan naik bis, angkot berpanas-panasan dijalan. Ke mall jalan berjam-jam keringetan. Iuuhh. Dan meski luntur muka tetep kelihatan seger dan ngga menghitam alias oxy. Wah, produk ini nih yang layak banget saya repurchase apalagi saya ngga ada breakout pakai ini. Yah meskipun harganya 165 ribu ngga papalah ya. Makeup boleh sedikit yang penting kepake semua. Makeup-makeup saya yang lama uda banyak yang dihibahin ketemen dan sodara karena ngga kepake. Jadi sayang mau beli-beli nurutin laper mata lagi. Punya kosmetik sedikit tapi branded kan lebih cubis toh? *sotoy* *ndesoo* *self toyor* :D


Selasa, 04 November 2014

Review: Hada Labo Perfect X Simple Face Wash and Marcks' Venus White Beauty Aqua Facial Wash

Bingung menentukan holy grail face wash? Saya juga. Sekarang ini saya sedang berpetualang dengan dua buah face wash yang mudah didapatkan dipasaran, yaitu face wash dari Hada Labo dan Marcks' Venus. Keduanya memiliki range harga yang sama namun tentu kedua face wash ini memiliki perbedaan-perbedaan tertentu bukan. Dalam posting kali ini saya akan mereview dua produk sekaligus *bilang aja maleeees bikin dua postingan :'D* Siapa tahu bisa bermanfaat untuk pembaca sekalian. Hmmm, let's start!

Hada Labo Perfect X Simple Face Wash

Sudah banyak yang tahu dengan produk yang satu ini bukan? Hada Labo banyak dijual dimini market. Punya saya ini saya belinya di Alfamart. Saya tertarik membeli produk ini karena Hada Labo adalah salah satu produk Rohto. Dan si Perfect X Simple ini mengklaim fragrance free and colorant free. Percaya? Iya, percaya banget. Saking non fragrance-nya bau dari si Perfect X Simple ini sukses bikin saya terganggu, ya walaupun hasil pemakaiannya ngga bikin saya breakout dan cukup baik membersihkan wajah saya, tetap saja saya terganggu dengan bau apeknya itu. Awalnya saya kira produk ini sudah kedaluarsa. Setelah saya cek dikemasannya ternyata tahun kedaluarsanya masih 2017. Aaah, jadi begitu ya efek fragrance free-nya. Hihihi, sebenernya kalo bau apek gitu sama-sama bikin customer terganggu. Kalo saya sih ngga terganggu sama bau wewangian kosmetik, kalau bau apek begini malah bikin saya pusing. Asumsi saya waktu membeli Hada Labo fragrance free yang dimaksud ngga ada bau-bauannya gitu. Ooh, ternyata. :'DDari segi tekstur si Hada Labo ini creamy dan berwarna putih (colorant free?). Untuk tingkat kebersihannya Hada Labo Perfect X Simple Face Wash ini lumayan ciamik. Saya sudah coba tes dengan cara mengoleskan sedikit gel liner di tangan dan kemudian saya bersihkan dengan Hada Labo. Hasilnya? Amazing. Gel liner yang biasanya bandel itu mudah dibersihkan hanya dengan menggosok kulit dengan lembut.

Harga Hada Labo Perfect X Simple Face Wash ini sekitaran 18-20ribu rupiah ukuran 50 gram.

Marcks' Venus White Beauty Aqua Facial Wash with Plant Extract

Untuk produk yang satu ini kurang familier yes pembaca? Iya, saya saja familiernya ama Marcks'nya doang. Kalau keturunannya saya kurang paham. Jaman saya masih bau kencur duduk dibangku SMA my beloved mother pernah pakai serangkaian perawatan dari venus. Bahkan sampai sekarang saya masih punya warisan pouch makeup dari Venus punya umik. Tapi saya waktu itu ngga berani toal toel mekap punya kanjeng mami jadi ngga tahu bagus enggaknya produk ini. :'D 
Saya tertarik membeli Venus karena produk ini mengklaim dirinya pembersih wajah dengan pH balance. Meskipun setelah lihat ingredients-nya saya ngga yakin kalau produk ini pH balance, saya teteup kepo dan ujung-ujungnya jadi beli juga. Padahal dirumah masih ada si Hada Labo. Yah, itung-itung buat diselang seling pakenya ama si Hada Labo. Bauknya itu lhoo saya ngga tahan. Uhhhggg!

Bagaimana dengan Venus, apa bauknya menyengat apek seperti Hada Labo? No! Dia teksturnya gel, tidak berwarna dan wanginya tidak mengganggu indra penciuman saya. Harum tapi ngga menyengat. Venus ini beratnya sama-sama 50 ml tapi harganya sedikit lebih murah. Sekitaran 16-18ribu, luping. Saya belinya di Apotek Kimia Farma. Sayangnya, si Venus ini sulit untuk membersihkan gel liner yang saya torehkan ditangan. Butuh tenaga ekstra untuk menggosok gel liner sampai benar-benar hilang. Walaupun demikian, saya tidak merasakan breakout menggunakan produk ini. Dan selama saya menggunakan produk ini akhirnya Hada Labo milik saya sukses nganggur dirak kamar mandi. :D


Terlepas dari itu semua, kedua produk diatas masih menggunakan Sodium Laureth Sulfate. Untuk keterangan lebih lanjut mengenai Sodium Laureth Sulfate pembaca bisa gugling langsung ya. Menurut saya sih dengan range harga around 20k sulit untuk mencari face wash yang benar-benar pH balance. :')

Sabtu, 06 September 2014

Review: Etude House Dear Darling Tint 04 Vampire Red



Dandanan ala ulzang banyak diminati beberapa tahun terakhir ini. Implikasinya banyak banget online shop yang menjual kosmetik² impor dari Korea. Saya termasuk salah satu dari sekian juta umat yang tertarik untuk mencoba brand kosmetik Korea. Yang saya punya sih baru 3 brand: Etude House, Skin79 dan Missha. Saya suka semuanya, tapi yang memuaskan menurut saya sih Missha sama Etude House. Untuk Missha ini saya punya BB Creamnya yang Signature, udah pernah saya review disini.

Foto diolah, source foto instagram.

Nah, khusus si Etude House ini saya perdana coba lip tint mereka yang seri Dear Darling Tint. Ini bukan tint pertama saya karena lip tint favorit saya sepanjang masa adalah Oriflame Very Me Click It Lip Stain. Sayangnya si Lip Stain ini udah ngga diproduksi lagi. Karena koleksi lip stain saya tinggal separo untuk yang warna merah dan 70% untuk yang raspberry, saya makin tergoda untuk mencoba si lip tint ini. Apalagi harganya ngga mahal. Dengan 50rebu aja udah dapet entah berapa gram tapi kemasannya 2 kali lipat lip stainnya Oriflame, padahal harganya sama. Beda online shop biasanya beda harga, sekitar 50-60ribuan lah. Kemasannya terbuat dari plastik kaca ringan. Tutupnya warna lilac jadi keliatan mayan mewah ga cuman girly.



Dear Darling Tint punya 4 pilihan warna yang embel² belakangnya red tapi ya ngga semuanya red sih: 01 Berry Red 02 Real Red 03 Orange Red 04 Vampire Red. Saya pilih warna nomor 04 Vampire Red. Namanya horor emang ye vampire red tapi warna ini tsakeupp banget dibibir saya. Pertimbangan pilih warna merah yang ini sebenernya pengen coba warna merah yg rada nyeleneh aja sih. Bibir saya warnanya pink undertonenya fuchsia jadi gelap bingitss cyin :D kalo pake yang ngepink kuatir kurang nendang warnanya, maklumlah emak² :'D Sesuai namanya dia nempel kaya tinta dibibir dan yang saya suka dari lip tint maupun lip stain yaitu kenaturalannya waktu dipoles dibibir. Ga berasa pake lippies tapi bibir uda berwarna aja gitu. Cuman yang rada ngga enak rasanya pas ngga sengaja kena jilat. Pahit euy. Emang sih ya namanya juga kosmetik bukan makanan, since I already got my Lip Stain from Oriflame saya jadi suka banding²in aja sih ya soalnya si lip stain ini ada rasanya, manis banget kalo kejilat. Hihihii. Daya tahannya yah rasanya sekitaran 4-5 jam tanpa mamin. Selebihnya kudu touch-up.Tekstur dari si lip tint ini cair kaya tinta, ngga menggumpal kaya lip gloss jadi enak aja buat dipolesin ke bibir. 

Aplikatornya panjang ngikutin bentuk tube-nya yang memanjang, tutup lip tint berfungsi sebagai gagang aplikator. Ujung aplikatornya ngga terlalu pendek, lumayan menjangkau sudut-sudut bibir saya. Dan ini hasil lotd saya menggunakan Dear Darling Lip Tint in Vampire Red.






Jumat, 05 September 2014

Review: Ultima II Full Moisture Translucent Face Powder with Moisturizer in Pink Shell

Apa bedak tabur favorit saya sepanjang masa? Yep, bedak Marcks. Sebenarnya saya sudah pewe dengan hanya repurchase bedak Marcks berkali-kali. Tapi apa daya, keinginan dan nepsong sama bedak yang lebih baik tuh tak terbendung :D Eh nggak juga sih, saya membeli bedak baru karena saya jatuh cinta sama shimmernya. Yes people, this Ultima II Full Moisture Translucent Face Powder with Moisturizer is got me in shimmer! Dan yang saya punya shade Pink Shell. Kenapa saya pilih Pink Shell? Karena saya sudah coba colek punya MUA sebelumnya dan dibisikin ama MUA-nya kalo yang paling heits warnanya yang Pink Shell. Wahhahahahhahaa. MUA-nya racuuuuun. Belom lagi saya dicekokin racun Ultima II Cream Foundation. Aaaaahk, saya juga pengen yang itu tapi cream foundienya masuk wishlist akhir taun ajalah ya. :D
Sebenernya ada 5 shade, cmiiw: neutral, caramel, light, pink shell dan lupa apa. Hihiii. Oiya, riasan ini yang bikin saya mupeng ama si pink shell.




Ini diambil sekitaran 6 jam setelah make up, tanpa touch up cuma saya tap tap pakai face paper.
Packaging face powder ini geday karena dia isinya 43 gram, harganya 165 ribu. Yang aga kecilan kemasannya juga ada kok, isinya 20 gram sih kalo ga salah. Dan harganya 100 rebu ses. Kalo dari kuantitas sih mending beli yg 165 ya. Kalo lagi bokis lain lagi ceritanya :D ini saya beli yang geday dengan harapan awet ampe maksimal 10 bulan. Huahhahahahaa.



Packaging Ultima ini dari plastik lumayan kokoh tapi teteup akan pecah jika terbanting. Makanya, saya suka nyimpen produk² sekalian ama bungkusnya. Supaya dia kalo saya bawa travelling aman dalam box-nya, ga gampang kegeser. Untuk bedak tabur dari Ultima ini saya tuang diwadah lain dan sisanya saya masukin box dan saya amankan kedalam lemari. Sebenernya sayang sih karena spons bawaan dari Ultima II Translucent Face Powder ini empuk dan enak banget dipakai. Tapi ya mau gimana lagi, daripada pecah malah pusing saya. :'(

Bedak tabur ini wanginya mirip bedak bayi. Teksturnya juga halus, butiran shimmernya ga begitu terlihat tapi begitu jatuh kekulit dia nendang banget shimmernya. Ga alay kok, tapi keliatan aja kalo shimmery gituh hasilnya. Apalagi kalo diaplikasiin kekulit wajah. Wihhh, cling-cling bercahaya kulitnya. Saya sih sukanya pakai ini sama pelembab lah ya minimal. Supaya lebih keliatan dan lebih awet aja bedaknya. Kalo digunakan sebagai finishing powder oke juga kok. Bukan oke juga sih, oke banget malah. :'D



Ini saya pakai Oriflame Optimals Even Out Daycream sama Ultima II FM Translucent Face Powder.
Gimana? Bagus kan jatohnya. Hihihii. Saya ga nyesel sih beli ini dan pasti repurchase kalo habis nanti.

Review: Oriflame Optimals Even Out Day Cream



Optimals merupakan salah satu line dari Oriflame yang mengeluarkan banyak seri, salah satunya yang aku pakai ini dari seri Even Out Daycream SPF 20 Dark Spots Reduction.
Sebenernya sih aku beli si Even Out ini gara-garanya aku lagi berpetualang ama pelembab. Pengen banget punya pelembab yang cocok, enak dipake tiap hari dan khasiatnya walau nggak maksimal tapi nyata lah paling nggak. Hehe. Maklum, saya lebih mempercayakan khasiat nyata perawatan wajah pada pembersih, face wash, masker dan yang paling penting lagi ada di krim malam. Ada sih day cream dari LBC. Tapi saya kok lebih sreg pakai krim pagi biasa aja ya. Toh yg penting melembabkan. Syukur-syukur kalo ada spfnya seperti si Even Out ini yang udah ber-spf 20. Mayan lah ya buat jalan-jalan ketempat yang nggak terpapar matahari langsung kaya ke pasar, ke mall, ke bank, ngantri sembako ato sekedar pengen keliatan seger dirumah. Dan pelembab ini meskipun namanya daycream teteup asik aja kalo dipake malem-malem. Kalo krim dari skincare gitu packaging aja secuil, eman banget mo dipake malem-malem. :D
Back to topic, jadi saya belilah si Optimals ini. Apalagi waktu itu ada diskon, lupa sih berapa tapi jatohnya murah banget karena saya punya membernya juga. Sebelum ini saya kurang cocok sama skincare dari Oriflame. Pernah dulu banget pake yang Essentials jatohnya malah kusem dan breakout, bukan purging tapi beneran breakout. Sejak itu kapok ga mau coba-coba lagi. Tapi kok taun lalu tergoda cobain line profesional dari Oriflame yang Bioclinic kok cocok. Mungkin bener ya ada harga ada kualitas dan perlu diingat kondisi kulit tiap orang beda-beda :D Dulu si Essentials itu under 50k sih, ya kalo yang cocok sih enak. Makanya saya berani coba yang Optimals karena dia review dari seri pendahulunya si Even Out - yang saya beli ini Even Out pake ramuan baru - bagus-bagus. Selain itu juga karena harga regulernya dia 198rebu.
Akhirnya saya beli dan saya syukaaa.



Dia ini kalo dipake ngga bikin wajah keliatan blemish, ga cakey, cepet meresap dan wangi. Teksturnya lembut. Meski warnanya putih tapi dia sheer kok kalo diusap.



Wadahnya cepuk beling gitu yang bikin rada riskan dibawa kemana-mana, geday dan nggak travel friendly. Tapi kalo kalian bepergian bawa koper nggak masalah lah ya. Hihihiii. Cuman aku udah telanjur jatuh cinta ama kecocokannya dia dikulitku. Cuman aku pakein si Oriflame ama bedak tabur aja kulitku langsung flawless. Cuman aku bingung kalo repurchase nunggu ada promo dulu. Cuman aku pake udah sekitar 3 bulanan dia masih sisa buanyak sekitar 75% lah. Aaaahhk, I do love this product. Khasiatnya sih aku kurang merhatiin tapi ya dianya ga bikin aku breakout even no purging. Tjakeup deh!
Cheers,


Jumat, 22 Agustus 2014

Review: Acnol Lotion For Acne


Pernah berpengalaman dengan jerawat? Atau mungkin saat ini kamu sedang berjerawat? Pasti sebel banget kan dan bingung mau diobatin pakai apa. Nah, ngga usah bingung deh. Mending kalian coba Acnol Lotion for Acne ini aja. Kenapa? Karena Acnol Lotion for Acne ini mudah ditemui diapotek maupun ditoko kosmetik. Dikimia farma situ juga ada kok. Aku aja belinya ditoko kosmetik depan rumah. Ihh, biasanya kan obat apotek gini mahal? Engga, sama sekali engga. Murah banget kok cuman 10rebu rupiah doang. Paling tiap toko beda 1-2rebuan lah. Meskipun namanya Acnol Lotion tapi jangan berharap bentuknya lotion kaya pelembab ye. Kenapa? Karena Acnol ini terbuat dari sulfur alias belerang, dia suseh bingit disuruh nyatu ama aer. Jadi tiap mau pake kudu dikocok dulu botolnya. Selain itu notolinnya pake cotton bud aja. Kenapa? Karenaaa, mulut si Acnol Lotion for Acne ini segede gini niiiiiih.

Mulut botol Acnol Lotion for Acne

Karena terbuat dari sulfur, pakenya jangan terlalu sering dan melebar kemana-mana ya. Cukup dikonsentrasiin dititik jerawatnya aja. Setelah pakai pastikan tutup botol tertutup rapat. Si Acnol ini gampang banget mengeras kalo udah sering dibuka tutup, walaupun si Acnol ini belum kedaluarsa tapi kalau sering banget dibuka lamaaaa banget baru ditutup dia akan mengeras. Kenapa? Karena punyaku sendiri sudah mengeras euy. Huhuhuu. Dan aku tau kalo si Acnolku belum saatnya kedaluarsa karena dibagian bawah kotak kemasan ada tanggal kedaluarsanya. Selain itu isinya juga masih ada tinggal seperempatan, isinya mudah banget dicek karena kemasan Acnol ini berupa plastik bening.

Komposisi Acnol Lotion for Acne
Tanggal kedaluarsa Acnol Lotion for Acne

Menurutku Acnol ini layak untuk dicoba. Aku coba dijerawat aku dia sehari dua hari bisa kering. Cuman ya gitu ya kalau bahannya dari sulfur aga bau belerang tapi dia bauknya seger ngga menyengat kaya kalau kamu beli belerang batu. Aku sih ya mending pake Acnol ini karena dia ini hampir mirip ama obat jerawat dokter. Adek ipar aku jerawatnya waaaarbiayasaa banget. Udah dibawa kedokter dan obatnya tuh kemasannya 3 kali lebih gede dari si Acnol ini tapiii harganya 11 kali lipat dari Acnol. Iyeeees, harganya 110rebu rupiah. Tekstur, bau, sama aja. Palingan kadar sulfurnya aja yg lebih gede. Mau yg dari dokter maupun Acnol, mereka sama-sama bikin kulit disekitar jerawat kering kok. Tapi kalau kalian mau hemat dan ogah ke dokter kulit si Acnol ini boleh dicoba. Secara nyarinya gampang dan ngga keluar duit banyak juga kan. Hore banget buat produk murce berskala dokter kulit kaya begini.

Cheers! 

Senin, 21 April 2014

Review: Le Riche Massage Olive Oil



Le Riche Massage Olive Oil. Body, Face, Hair Massage. For Family and Baby Skin. Netto: 60 ml. Tidak untuk diminum. Dikemas oleh PT. ISHMA MEDITERRANEAN. BPOM RI CD 132209001383.
Begitulah keterangan-keterangan yang tercetak pada kemasan minyak zaitun favoritku sejak SMP ini. Le Riche adalah minyak zaitun yang dipakai khusus untuk keperluan kecantikan. Baunya relaxing lembut tanpa bikin enek. Disaat para mekap junkie yang lain memilih menggunakan EVOO dalam rutinitas mekapnya, saya lebih memilih Le Riche karena menurut saya EVOO lebih pas untuk masak, sayang bingitt kalau cuman untuk keperluan seperti membersihkan sisa maskara, melembabkan bibir, dan lain-lain.

olive oil diteteskan - olive oil diratakan

Le Riche ini bertekstur lebih ringan daripada EVOO. Dia lebih cepat meresap dan lebih mudah digunakan untuk keperluan yang bersentuhan dengan kulit. Selain itu, kemasan Le Riche kecil dan berbahan plastik. Sayangnya tutup botol Le Riche ini mudah patah bagian flip engselnya yang digunakan untuk membuka menutup. Oleh karena itu harus hati-hati saat membukanya. Jangan mentang-mentang plastik lantas mbukanya kaya mbuka mulut tube flipable yang kokoh. Yang ini kurang kokoh. :)
Hal yang paling saya suka dari minyak zaitun ini adalah kilaunya saat diusap dikulit. Kesannya eksotis. Kalo orang jawa biasanya minyak bekas makan gorengan digosokin kekulit. ^^ Jauh lebih baik pake minyak zaitun. Punya manfaat positif untuk kulit dan kilaunya lebih tahan lama tanpa terkesan blemish berat. Dulu saat masih kuliah biasanya saya suka pake minyak zaitun di kaki mulai dari paha sampe punggung kaki saat memakai sepan atau rok pendek selutut kalau mau hangout. Hehe. Bagus aja efeknya. Itu menurut saya tapi ya. Selain itu, saya suka pakai si Le Riche ini sebelum keramas karena dulu rambut saya kering. Jadi abis keramas kalau ngga pake minyak zaitun berasa tambah kering. :( Tapi sekarang udah ngga pake lagi untuk rambut karena rambut saya sudah lumayan bikin saya puas pegang-pegang dia. :)
Hal lain yang biasa saya lakukan dengan Le Riche ini adalah pijat-memijat dan pelembab bibir! Kebetulan mas suami suka banget pijat. Dikit-dikit minta pijitin punggungnya, kakinya, kepalanya. Nah tangan saya kecil. Ngga kuat pijat-pijat begitu. Untuk meringankan tugas tangan saya, saya pakein Le Riche aja deh buat rutinitas pijat-pijatnya. :D

mulut botolnya kecil - maaf ini gambar seadanya dulu ya, belum sempet poto lagi :)

Untuk kegunaannya sebagai pelembab bibir Le Riche memang bisa diandalkan. Selain itu, Le Riche tidak melembabkan bibir sesaat saja melainkan membantu bibir terasa lebih lembut dan lembab lebih lama. Biasanya kalau keseringan pake lip balm bibir malah tambah kering. Jadi kalau udah keseringan pake lip balm, saya pake ini si Le Riche tepat sebelum pengaplikasian lippie. Pakenya dikittt aja, ngga perlu ampe setetes. Olesin ujung jari ke mulut botol. Asal udah ada yang nempel diujung jari langsung oles aja dibibir. Aga ngga higienis tapi ini lumayan kebantu ama mulut botolnya yang kueciiil banget. Berkesan rapet aja gitu. Meskipun pake lip balm, malemnya tetep saya pake minyak zaitun dibibir supaya lebih terjaga kesehatan bibir.
Kalo untuk bersihin maskara Le Riche oke juga lho. Biasanya saya tetesin dia beberapa tetes diatas kapas lantas kapasnya saya lipet jadi dua dan saya jepitin itu bulu mata kebagian 'mulut' kapas tadi. Pelan-pelan saya tap tap supaya bulu mata engga rontok. 


Le Riche Massage Olive Oil ini bisa diperoleh ditoko-toko herbal maupun ditoko-toko Arab setempat. Harganya 11 ribu rupiah recommended untuk menjaga kelembaban kulit dan bibir kamu. :)

Sabtu, 19 April 2014

Review: Oriflame Bioclinic Adult Skin Anti-Breakout Day/Night


Oriflame Skin Research Institute proudly presents Bioclinic Innovation - revolutionary solutions to serious skin care problem development under the control of a Bioclinic Expert Panel - an international research team of scientists with a wide area of expertise in skin biology, skin delivery and active ingredients.
Concern: Adult breakouts, post-breakout scars.
Solutions: Bioclinic Adult Skin Anti-Breakout Day/Night
Facts: Result of cosmeceautical research. Clinically proven results. Best breakout-reducing ingredients screened by Bioclinic Expert Panel to target breakouts and post-breakout scars at the source. No spot technology with non comedogenic ingredients - does not clog pores.
Active Ingredients: No spot featuring three best anti-adult breakout actives - Centella, Tamanu Oil, Salicylic Acid.
Results: Pores reduced and clear. Scars caused by breakouts minimized. Reduce appearance of redness of inflammatory response triggered by breakouts. Outstanding instant and long-term anti-blemish effect.
Clinical test: Reduce the visibility of adult breakouts.
Expert test: Reduction in redness associated with breakouts. Reduction in scar visibility.
Direction for use: For all skin types. Apply after cleansing and before make-up application in the morning. Follow on with application on cleansed skin in the evening. Use all over the face, concentrating on spot prone areas. In case your skin needs extra nourishment, use a moisturizer over Bioclinic Adult Skin Anti-Breakout Day/Night. In case your skin is exposed to the sun Bioclinic expert Panel recommends using a suitable SPF product. Avoid direct contact with eyes. Tested under dermatological control. Non comedogenic.

*dikutip dari brosur didalam box Bioclinic

Nah, keterangan diatas aku rasa udah cukup jelas ya menggambarkan manfaat-manfaat dari Bioclinic ini. Intinya Bioclinic Adult Skin ini untuk mengatasi masalah jerawat dewasa beserta gandengannya: bekas jerawat, noda kemerahan dan komedo. Aku nemuin si Bioclinic ini kira-kira bulan Desember taun kemaren. Waktu itu lagi ada promo. Spo-ku bilang dia sembuh dari jerawat setelah pake si Bioclinic ini. Iya lho, taun 2011 waktu aku pindahan ke oriflame jember, mas spo ini jerawatnyaaa ampun deh, jerawat batu rata mulai dari pipi kanan kiri, dahi ampe dagu. Udah gitu kulitnya jadi kusem banyak noda jerawat, bopeng, pokonya parah lah. Gegara inget ama memori itu aku jadi tertarik untuk coba pake juga. Apalagi kata mas diyan - spo jember - bilang dia cuman abis sebotol aja ama pake soap bar pure nature yang teatree. Akhirnya aku beli keduanya. Hahahaha. Tapi pure naturenya aku beli yang cair.

Hal yang aku suka dari Bioclinic ini selain manfaatnya tuh kemasan, baunya dan rasanya dikulit waktu dipake ademmm ngga kaya obat jerawat pada umumnya (yg mengandung sulfur).
Kemasan Bioclinic ini kesannya mewah, ngga murahan dan handy banget. Enak dibawa-bawa. Apalagi ada pump-nya, non colak colek. ^^ Cuma sayang kemasannya dari kaca yang rawan pecah. Sebenernya karena dari kaca juga sih yang bikin dia kelihatan mewah. Hihihiii. Galauuuu.
Isi kemasan 30 mili tapi aku uda hampir 4 bulan pake masih sisa tujuh puluh lima persen tuh.
Sedangkan untuk baunya karena dia ngga mengandung sulfur, baunya wihhh wuangi meeen. Aku syukaa bingittt ama bauknyahh. :D
Selama pake Bioclinic ini aku ngga pernah kecewa sih ya. Cuman masalah kemasan yang dari kaca aja yang bikin aga riskan dibawa kemana-mana. Tapi tenang aja, solusinya aku selalu bawa dia lengkap ama boxnya. Jadi paling engga masih mending lah, apalagi didalem box masih ada brosurnya yang sekaligus bermanfaat sebagai bantalan pelindung kalo aku masukin dalam box.


Saranku kalau pengen cepet ilang jerawatnya, aplikasikan - sebiji padi atau sesuai ukuran jerawat yang akan diobati - diatas jerawat kamu maupun diatas calon jerawat. Sedangkan untuk bekas jerawat bisa kamu sapukan aja sedikit ampe rata diarea bekas jerawat. Aku selalu pake sesuai dengan ukuran jerawat diatas jerawat atau calon jerawat tanpa aku sapuin. Karena dia lama-lama kan meresap. Itu cepet banget ilangnya.
Aku kombinasiin si Bioclinic ini ama skincare rutin aku dari LBC. Hasilnya bener-bener bikin hepii. Udah satu tahun biasanya aku suka breakout tiap abis pake bb cream maupun sekedar pelembab ama bedak tipissss aja. Kadang langsung keluar aja itu jerawat meskipun sebiji. Solusinya sekarang aku pake Bioclinic diawal rutinitas mekap-ku. Sekarang aku juarang breakout tuh.
Kalo untuk blemish aku kurang merhatiin. Yang jelas sekarang aku juarang tap tap muka pake face paper. Hahaha. Tapi teteupp, face paper kudu dibawa kemanapun untuk jaga-jaga. Takut kebanjiran jeenk. :D
Yang aku suka lagi, si Bioclinic Adult Skin Anti-Breakout ini bisa dipake day and night! Wohoooo. Bener-bener pantess untuk di-repurchase.
Yang aku ngga suka dari produk Bioclinic ini cuma satu: harganya!! Hahaha. Harganya 369rebu bok. Saranku sih, belilah selagi promo. :D

Rabu, 16 April 2014

Review: Treatment Peeling di LBC

Peeling merupakan salah satu tindakan medis yang dilakukan oleh dokter utk tujuan peremajaan kulit (skin rejuvenation). Peeling berfungsi mengangkat sel-sel kulit mati dan merangsang pembentukan sel kulit baru shg kulit mjd sehat dan segar. Secara periodik kulit melakukan regenerasi, sel-sel yang mati tsb menyebabkan permukaan kulit menjadi kasar, kusam dan warnanya tidak merata. Oleh karena itu, harus dilakukan pengelupasan agar permukaan kulit menjadi halus, cerah dengan sel-selnya yang muda dan bercahaya.
Secara garis besar berdasarkan tingkat kedalaman aplikasi bahan (obat) pada jaringan kulit, peeling dibedakan menjadi:
  1. Superficial peeling; terutama utk efek glowing (pencerahan) pada kulit yang kusam, flek epidermal, dll.
  2. Medium peeling; terutama utk flek dermal, jerawat grade 2 keatas
  3. Deep peeling; utk mengatasi melasma yg dalam, dll
Pada umumnya setelah peeling, pasien akan mengalami kemerahan pada wajahnya selama beberapa jam. Keesokan harinya kulit secara keseluruhan akan terasa kencang dan halus. Kadangkala di beberapa tempat akan timbul flek kecokelatan yang menetap selama beberapa hari, namun kemudian akan mengelupas dan hilang dengan sendirinya.

*keterangan diatas diambil dari flyer LBC yang ada dirumah :)

Aku memilih melakukan treatment peeling karena saat itu kulitku uda 4 bulan pake krim LBC dan udah ada hasilnya. Selain itu, aku pengen supaya bekas-bekas jerawatku cepat hilang kalo dipeeling. Sebelum peeling aku konsultasi ama dokternya dulu dan disaranin utk ambil facial ama peeling. Sebenarnya hati berkata mikrodermabasi, tapi apalah daya kalo dompet teriak interupsi minta facial dan peeling. Facial dan peeling ini biaya-nya 194rebu. Kalo facialnya aja 130rebu. Ini nihh notanya.



Di LBC, peeling dilakukan oleh dokter setelah wajah kita difacial oleh terapis. Peeling kalo disalon kan cuman discrub gitu ya. Nah ini aku disemprot pake larutan yang mengandung scrub tapi widihhh perihnyaa kaya digigitin semut peluru. Cuman hasilnya emang bagus sih. Kulitku - kalo menurut flyer biasanya merah setelah peeling - ini ngga tuh. Cuma bendol-bendol aja dibeberapa tempat bekas facial tadi.
Di LBC ruangan utk tindakan dikasih sekat-sekat jadinya kita sbg customer merasa nyaman krn punya privasi. Apalagi ada pintunya, bukan sekedar pake pintu gorden sajah gituu. :)


Kalo utk facial, LBC ini lumayan kok. Dia ngga sesakit aesthetic center yang aku datangi sebelumnya. Diantara rutinitas facial, aku paling suka ama maskernya.


Maskernya ini bikin aku pengen tidurrrr tapi sayang itu aku mau dijemput ama bos besar jadinya engga bisa tidur-tidur ayam deh. Huhuhuuu.
Setelah peeling diLBC ini kulit aku emang jadi makin bercahaya padahal seblumnya aku sebulanan jarang pake krim malem. Aku selang seling pakenya. Apalagi setelah peeling. Dua bulanan aku ngga beli krim malamnya. Jadi yang satu pot itu aku hemat sampe 2 bulan. Tapi kulit wajahku jarang kusam. Kalo uda aga kusam, aku pakein lagi krim malamnya palingan 3-4 hari cerahan lagi. Hihihiii. Yang aku bersyukur banget noda-noda bekas jerawat uda makin tipiiisss. Tersamarkan tujuh puluh lima persen dibulan berikutnya paska peeling. Harganya memang kalo utk pelajar dan mahasiswa aga lumayan ya, tapi ini jauhhh lebih murah drpd didokter kulit kan.
Oiya, setelah peeling kulit muka ngga boleh kena air maksimal 6 jam setelahnya dan ngga boleh pake krim malam dulu paling engga sehari setelahnya.
FYI, peeling yang ada diLBC sifatnya chemical aja. Ngga ada yang organik mbak broo. :)
Tertarik utk facial dan peeling juga?
Jangan lupa share pengalamanmu juga ya.


Cheers!

    Sabtu, 11 Januari 2014

    Pixy Cleansing Express Review


    Pixy adalah brand kosmetik lokal favoritku semenjak duduk dibangku Sekolah Menengah Atas. Aku sudah coba beberapa produk mulai dari pembersih, twc, pelembab, face wash, lip balm, primer dan juga kuteks. Yang paling sering aku repurchase adalah pembersih, twc dan kuteks! Kuteks aku sudah buat reviewnya disini, twc masih malas ah jeprat jepret potonya twc. Sekarang aku cuman beli refillnya aja. Selain lebih hemat dan minimalis, wadah twcnya entah pergi kemana. Hihii.
    Nah, selama ini aku baru pakai pembersih Pixy Cleansing Express Brightening yang kemasannya berwarna biru. Tapi beberapa bulan lalu saat kulit aku lagi breakout parah, entah mengapa aku jadi pengen coba-coba seri yang Pixy Cleansing Express Anti Acne yang kemasannya berwarna hijau. Sebenarnya aku sudah cocok sekali pakai yang seri Brightening. Entah, racun pengen bikin review atau racun iseng sampai akhirnya aku beli si Anti Acne ini.
    Mereka berdua nangkring manis dimeja riasku ^^

    Pixy Cleansing Express merupakan pembersih wajah dua langkah dalam satu botol non alkohol yang berbahan dasar air dan pengaplikasiannya menggunakan kapas. Wadahnya terbuat dari plastik dan ukurannya 100 mili sehingga dia ini lumayan travel friendly. Seri Brightening ditujukan untuk kulit normal, sedangkan yang Anti Acne untuk kulit yang cenderung berjerawat. Tapi dengan kulitku yang acne prone dan cenderung komedogenik, aku malah menemukan fakta yang berbeda setelah pakai kedua Cleansing Express ini.
    Saat menggunakan Pixy Brightening aku ngerasa kalau dia cenderung berbahan dasar air dan baunya sih kalem-kalem aja. Selain itu, si Brightening ini ngga bikin kulitku breakout - meskipun ngga membersihkan mekap dengan sempurna dan kudu diulangi beberapa kali - tapi kulitku ngga bermasalah pakai yang ini. Selain itu, yang bikin aku bilang dia cenderung berbahan dasar air adalah dia ngga perih kalau dipakai.
    Hal-hal diatas berbeda banget sama seri Cleansing Express yang Anti Acne. Mereka ini sama-sama diklaim alcohol free. but I cannot agree with that statement. Why oh why? Karena ternyata yang Anti Acne ini justru bikin kulit aku breakout! Setelah aku teliti ingredientsnya - aku ngga ngeh sama yang beginian, entah khasiat bahan-bahan itu apa - aku baru completely realize kalau bahannya benar-benar berbeda. 70% bedalah.

    Dari pertama buka tutupnya aku udah curiga karena yang aku dapat adalah bau alkohol yang menyengat. Berbeda dengan seri Brightening yang baunya kalem dan masih bikin aku nyaman, si Anti Acne ini bener-bener bikin pusing. Tapi aku masih coba pakai. Waktu dipakai, dia terasa aga perih dikulit. Selain itu, muncul jerawat kecil diatas bekas jerawat yang aku bersihkan menggunakan Pixy Cleansing Express Anti Acne ini. Meskipun demikian, aku masih pakai selang seling sama yang Brightening dan juga Viva Milk Cleanser. Sekarang saat dia mau habis (pemakaian sekitar 3 bulanan), aku rasa aku ngga akan repurchase si Anti Acne ini. Cukup si Brightening aja yang aku jadikan andalan dari produk Pixy Cleansing Express. Untuk harga, Pixy Cleansing Express ini affordable banget hanya sekitaran IDR 11.000,- saja.

    Jumat, 20 Desember 2013

    Review: Lucido-L Hair Make Supplement

    Rambut adalah mahkota wanita. Kadang untuk sebagian wanita, mereka hanya concern ama kesehatan kulit wajah saja tanpa memperhatikan kesehatan rambut. Kebetulan rambutku beberapa bulan terakhir ini kering banget. Mungkin karena aku terlalu concern ama jerawat kali ya sampai rambutku aga ngga terhiraukan. Hikss. *pukpukrambut* Sampai akhirnya aku cuci rambut disalon langganan aku, aku sadar kalau rambut aku kering banget. Padahal aku rutin shampo-an sama pake conditionernya Tresemme dan juga hair advisor sama creambathnya Makarizo, vitamin rambutnya Ellips. Tapi aku lupa sama satu hal: hair mask! Nah, dari sini mulailah aku CLBK ama hair mask Ellips yang warna kuning. Aku ngga pernah coba varian lain untuk hair mask ini. Tapi, kok aku ngerasa rambutku teteup kekeuh kering kerontang susah diatur, rewel banget deh pokonya. Akhirnya aku mulai berburu hair mask dan vitamin rambut dari merk lain. Aku pernah cobain yang biasa kaya Miranda, dkk sama vitamin rambutnya Vennon. Paling syuka sih ama Vennon dan Ellips yang kuning. Tapi ini kayanya aku butuh pacar baru buat rambutku. Kebetulan waktu ke Indomaret aku lihat si Lucido-L ini. Awalnya aku cuma beli Lucido-L Hair Make Supplement Vitamin Oil for Dry Hair, kemudian waktu iseng ke Alfamart aku lihat Lucido-L Hair Make Supplement Vitamin Spray-nya. Aseek. Ini reviewnya (based on my own opinion for sure). ^^

    *KEMASAN
    Lucido-L vitamin oil - Lucido-L vitamin spray
    Kemasan kedua suplemen rambut ini aku suka banget, walaupun keduanya gendut dan besar which is they ain't travel friendly. Yang bikin aku suka mereka ini ngga nanggung sama harganya. Spraynya punya kunci yang bisa diputar sesuai kebutuhan, kalau mau dipakai tinggal putar kiri atau kanan sama aja, kalau ngga dipake dilurusin aja sama moncong spraynya supaya kekunci dianya.
    Kunci putar vitamin spray Lucido-L dan mulut sprayer
    Sedangkan untuk vitamin oilnya aku syukaa banget. Soalnya dia kemasannya dari plastik, sama kaya sprayernya yang juga dari plastik. Beda banget sama Vennon aku yang pernah pecah karena dia dari kaca kemasannya. :( Selain itu si Lucido-L vitamin oil ini punya pump yang bikin kita bisa kira-kira waktu nuangin vitamin rambut ini. Beda ama Ellips-ku dulu yang kudu digunting dulu kemasannya dan kalau ngga hati-hati dia tumpah. Kemasan si vitamin oil ini handy banget, enak dipegang-pegang.

    *VARIAN
    Kedua suplemen rambut ini, as I know, sama-sama punya tiga varian. Ada warna kuning, orange sama pink. CMIIW. Yang kuning untuk rambut kering, pink untuk rambut normal, entahlah yang orange untuk rambut rusak mungkin. Sayang di Indomaret deket rumah ngga ada sprayernya, diAlfamaret adanya sprayer yang pink aja. Tapi aku no problemo karena aku cocok pake yang pink ini.

    *KLAIM
    Lucido-L Triple Beauty Vitamin Spray for Shiny, Smooth and Moist Hair
    -berbahan dasar air, tidak terasa lengket dan berminyak (ME: proven)
    -tidak perlu dibilas (ME: yees)
    -dengan keharuman floral yang lembut (aku kasih nilai 7.5/10)

    Untuk vitamin oilnya menyusul yak, bungkusnya masih dilemari. ^^
    Keduanya sama-sama produk dari Mandom Corp.

    *HOW DOES IT WORK ON MY HAIR
    Aku aplikasikan kedua vitamin ini setelah cuci rambut pake Tresemme Keratin Smooth sama pake hair masknya Makarizo. Setelah itu aku keringin rambut pake mini hair dryer, ngga sampai benar-benar kering sih, setelah itu aku aplikasikan vitamin oil. Setelah vitamin oilnya rata, aku terusin pakai sprayer. Kasihnya cukup dari tengah sampai ujung rambut aja. Biarkan 2-3 menit, baru disisir. So far rambut aku balik berkilau dan smooth lagi, jadi suka pegang-pegang rambut deh sekarang (kaya artis yang diiklan noh). Yah daripada pegang-pegang kulit wajah, yang ada entar malah jerawatan. Hihii.

    *HARGA
    Nah, harga si Lucido-L ini beda-beda ditiap toko. Kalo diIndomaret vitamin oilnya aku beli seharga IDR 33.000,- sedangkan aku lihat disupermarket dia harganya cuman IDR 23.000,- sajaaa. *elus dada* Lucido-L vitamin spray diAlfamart aku beli harganya IDR 28.000,- sedangkan disupermarket harganya IDR 23.000,- jeunk. Yah, maklum lah ya mini market emang suka gitu. Padahal lebih lengkap supermarket dan lebih murah supermarket juga kan. Aih.
    Repurchase? Yes, in supermarket ofcourse! Hihiii.

    Kamis, 19 Desember 2013

    Review: Oriflame Pure Colour On The Go Lipstick

    Nah, malam ini bener-bener isinya postingan tentang lippies. Yeay! :D
    Dan yang aku review kali ini adalah lipstik murmernya Oriflame dari seri Pure Color. Kebetulan aku punya 2 shade, 3 sebetulnya tapi yang satu blum sempat ambil di SPO. So, here we go.

    *KEMASAN
    Kemasannya ngga jauh berbeda ama Revlon Super Lustrous Lipstick yang udah aku posting sebelumnya. Materialnya sama-sama dari plastik, bedanya Oriflame ini lebih ringan dan ukurannya lebih kecil. Tutupnya dari plastik beniiing banget, jadi memudahkan kita para lipstick junkie untuk memilih lipstik yang akan digunakan tanpa membuka tutup lipstiknya. Cihuy! Hm, karena range harganya ngga jauh beda ama Revlon Super Lustrous Lipstick, kemasan Oriflame ini aku kasih nilai 7/10.

    *TEKSTUR DAN SHADE

    Tektur lippie ini krimi banget untuk shade tertentu dan ringan untuk shade tertentu pula. Aku punya dua shade: Warm Fuschia sama Vintage Nude. Nah, untuk warm fuschia aku rasa dia ringan dan ngga sekrimi si Vintage Nude. Sesuai sama klaim iklannya sih, ini lipstik emang krimi.
    bare lips - vintage nude - warm fuschia
    Shade untuk seri Pure Color On The Go Lipstick ini ada 12 shade, sama dengan seri pendahulunya si Pure Color Lipstick yang bisa dicek pilihan shadenya disini.

    *WARM FUSCHIA DAN VINTAGE NUDE

    No Flash: vintage nude, warm fuschia - With Flash: vintage nude, warm fuschia
    Karena ini seri yang biasa dan diperuntukkan bagi remaja, aku sih yang kebutuhan mekapnya udah rada menor so-so aja pakainya. Kurang cetar gitu hasilnya dibibir aku. Ini lipstik emang buat remaja, bukan emak-emak. Hihii. Hm, tapi lumayan juga buat koleksi.

    *HARGA
    Harga lippie ini normalnya IDR 25.000,- tapi untuk bulan ini lippie ini turun harga only for IDR 17.500,-! Whatta price. Yayaya. Karena aku member jadi harga bisa lebih murah. Ini nih kelebihan Oriflame. Jadi member ngga harus melulu berorientasi jaringan, tapi bisa dijadiin sarana belanja kosmetik murah. Bisa nambah temen pulak. Aseeek. Eh, ngga promosi loh curcol dikit. Hihii. Repurchase? Nope, cobain seri yang lain pasti. ^^


    *UPDATED!
    Setelah beberapa bulan memiliki lippies ini, aku jarang banget coba. Sampai suatu hari aku pake si vintage nude ini di sebuah fotd dengan komposisi bedak yang rada berat dan ternyata dia bajusss banget. Sayangnya lippies ini hasilnya ga halus, cepet banget pecahnya. Jadi dibibir jatohnya menggumpal. :'(



    Review: Revlon Super Lustrous Lipstick Shade 131 dan 230



    Revlon Super Lustrous Lipstick adalah lippie yang oke secara brand dan produk-produk lainnya. Kalau dari segi brand mungkin semua pada tahu ya ama si revlon ini. Secara lippies sejuta umat bok. Tapi saya punya pendapat sendiri mengenai kelebihan dan kekurangan Revlon Super Lustrous Lipstick ini. Yuk ceki-ceki.

    *KEMASAN
    Kemasan lippie ini terbuat dari plastik, berwarna hitam dan terdapat plastik transparan diujung atas untuk melihat warna lippie tanpa harus membuka tutupnya. Saya sih ngga ada masalah sama kemasan lippie ini. Bagus, ngga norak. Saya kasih nilai 8/10 deh. Yippiii. ^^,

    *TEKSTUR DAN SHADE

    Bicara soal tekstur, si Revlon ini teksturnya aga krimi tapi ngga lebay. Dan dia moustirize banget. Untuk tips, mendingan pake lip balm dulu deh sebelum pake lippie ini. Soalnya kalo bibir lagi kering dan pecah-pecah terus ngga didasarin ama lip balm dia aga flaky flaky gitu deh IMO. Saat bibir sehat saya ngga ngalamin ke-flaky-flaky-an dengan lippies ini.
    Meskipun demikian, Revlon Super Lustrous Lipstick ini emang jago masalah shade! Wah, pilihannya banyak bener euy. Sayang waktu beli udah hampir jam 9 malem jadi rada buru-buru juga milihnya. Sebenernya pengen beli BB Creamnya si Revlon juga, secara harganya murmer gilak cins cuma 80rebuan doank. Plaak! OOT yah, hihi. Gapapa donk bagi-bagi info. Tul ngga? *maksaaa* Waktu pertama dateng kekonternya sih, aku nyobain tester seri ini tapi yang matte lipstick. Menurutku seri Super Lustrous yang matte jauh lebih menyenangkan hasilnya dibibir saya tapi sayang adanya cuma 2 shade. Entahlah, apa emang di Matahari Jember aja yang adanya cuma 2 shade atau emang dimana-mana begitu. CMIIW.

    *DAYA TAHAN
    Dari segi daya tahan, Revlon Super Lustrous Lipstick ini biasa aja. Kayanya sekitaran 6 jam tanpa makan minum (whaaaat!) tapi kalau untuk saya yang dikit-dikit ngajakin mas suami wisata kuliner, leleh mata dan liurnya *ups* kalau lihat warung baru, jadi yah mesti ditouch up lagi tiap kali selese makan. Itupun kalau sempat. Jadi sebenernya saya lebih suka lipstik yang nempel bener dibibir semacam lip stain, lip tint gitu cuma sayang mereka ini warnanya ya itu-itu aja. Kurang variasi. Nah, kali ini si Revlon saya kasih nilai 7/10. Hurray!

    *SHADE 131 GINGER ROSE


    Untuk sementara si lippie dengan shade ini jadi andalan saya untuk merias diri. Kalau lagi disituasi antara bingung milih lipstik sama keburu-buru, saya pasti milih lippie ini. Soalnya shade 131 ini ringan banget warnanya jadi menclok *ihh* aja buat segala suasana. Saya ngga pintar sebut warna, saya bilang dia orange hintnya pink. CMIIW.


    *SHADE 230 FLESHTONE


    Revlon Super Lustrous Lipstick dengan shade 230 ini cenderung berwarna orenjes dengan hint coklat. Atau mungkin kebalik kali ya coklat dengan hint orenjes? Yang jelas saya suka warna ini. Hanya saja sepertinya lebih netral shade ginger rose.


    *HARGA
    Saya beli lippie Revlon ini only for IDR 33.000,- and I think it is cheap for this brand with various colorRepurchaseYes, with different shade. Untuk harga, saya kasih nilai 8/10